Love’s Story   Leave a comment

Ini merupakan sebuah cerita yang sengaja ditulis tanpa judul. Cerita ini merupakan sebuah karya sastra yang diambil berdasarkan kehidupan nyata pengarang. Akan tetapi, pengarang tidak menceritakan secara detail.

Berawal dari sebuah desa yang disebut dengan istilah Desa Sunagakure. Di dalam desa tersebut, tinggallah sebuah keluarga yang bahagia. Keluarga tersebut memiliki dua orang anak yang berbakti kepada orang tuanya, dengan anak pertama perempuan dan yang kedua laki – laki. Anak pertama diberi nama Azulla, sedangkan anak kedua bernama Inuzuka. Kedua anak tersebut memiliki perbedaan sikap. Hal ini dikarenakan anak pertama lahir karena keberuntungan sedangkan anak kedua beruntung karena sudah dilahirkan.

Inuzuka merupakan seorang anak yang dianggap tidak terlalu penting oleh keluarganya. Orang tuanya hanya cukup menyekolahkannya sampai ia menjadi Sarjana saja. Akan tetapi, sekarang Inuzuka masih duduk di bangku SMP. Di sekolahnya, Inuzuka dipanggil dengan sebutan Zu oleh gurunya dan juga teman – temannya.

Ketika Zu menduduki kelas 3 SMP, ia berteman dengan seorang gadis jelita yang baik dan juga pintar. Gadis itu bernama Orihime yang tinggal di sebuah desa yang berdampingan dengan desa Sunagakure. Desa itu bernama Desa Kirigakure. Orihime kerap dipanggil dengan Yorie. Karena perkenalannya dengan Yorie, mulai dari saat itulah Zu mengenal apa arti cinta. Ini merupakan pertama kalinya ia mengenal cinta.

Hari demi hari Zu terus merasakan adanya getaran cinta. Ia bermaksud mengungkapkan rasa itu kepada seseorang yang telah menguasai hatinya,Yorie. Akan tetapi,rasa takut yang dimiliki Zu amatlah besar. Ia hanya bisa merasakan cinta itu tanpa mengungkapkannya kepada Yorie. Setelah lulusan sekolah akan segera tiba, Zu merasa resah dan gelisah akan Yorie. Zu berfikir akankah ia bertemu lagi dengan Yorie setelah lulus nanti.

Sungguh tak dapat diduga dan tak dapat dipercaya. Ternyata Tuhan belum menghendaki mereka berpisah. Mereka dipertemukan kembali di SMA. Zu sangat gembira dan bersyukur akan hal itu. Ternyata Tuhan tak hanya memberikan itu saja kepada Zu. Zu dan Yorie diizinkan Tuhan untuk melanjutkan sekolah mereka dengan tetap berada dalam kelas yang sama. Setelah beberapa minggu, Zu membuang rasa takutnya untuk menyatakan rasa cintanya kepada Yorie. Akan tetapi, usaha yang dilakukannya nihil. Yorie belum bisa menganggap Zu sebagai pemilik hatinya. Ia ingin Zu tetap menjadi temannya. Zu mengerti kondisi Yorie saat ini, ia pun menerima kenyataan dengan senang hati.

 

Waktu terus berjalan, Zu menemukan sesuatu yang tak biasa di dalam dirinya. Ia terus mencari tahu perasaan apakah yang dialaminya itu. Hingga akhirnya ia memecahkan masalahnya, yakni sikap Yorie terhadap Zu. Sikap Yorie berubah 180o terhadap Zu. Mulai dari sini, kebingungan dan keresahan menguasai Zu. Zu tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Yorie. Akhirnya, Zu bertanya apa yang sebenarnya membuat Yorie tak mau berkomunikasi lagi dengan Zu. Akan tetapi, Yorie menyangkal akan hal itu. Yorie mengatakan bahwa hal itu biasa saja. Di dalam benaknya, Zu berpikir bahwa hal ini berkaitan erat dengan kejadian waktu ia menyatakan perasaannya kepada Yorie. Semalaman penuh ia berfikir tentang tindakan apa yang akan ia lakukan.

Keesokan harinya, Zu menemui Yorie untuk menjelaskan tentang kesungguhannya dan meminta maaf atas kesalahan yang ia buat, walaupun ia tak tahu kesalahan apa yang ia lakukan terhadap Yorie hingga Yorie bersikap aneh kepadanya. Ia terus mencoba untuk membuat Yorie berkata jujur kepadanya. Akan tetapi Yorie selalu menyatakan bahwa Zu tak melakukan kesalahan dan Yorie juga menyangkal bahwa sikapnya terhadap Zu itu biasa saja. kenyataannya dalam kesehariannya, Zu selalu merasa bahwa selama ini Yorie tak menganggap ia ada. Hingga akhirnya Zu bertekad untuk melupakan Yorie dalam kehidupannya.

Di Desa Sunagakure, Zu memiliki 2 orang teman yang bernama Byakuya dan Kaguya yang juga belajar di SMA yang sama dengannya. Zu selalu bercerita kepada mereka apabila ia memiliki masalah. Ia menceritakan secara menyeluruh apa yang terjadi dalam kehidupannya. Ia bercerita tentang perasaannya terhadap Yorie. Ia juga menceritakan karakteristik yorie secara detail. Zu tak menyadari bahwa hal yang ia lakukan nampaknya manyebabkan Byakuya memiliki perasaan yang sama dengan Zu. Ternyata Byakuya telah memiliki rasa cinta terhadap orang yang Zu cintai. Akan tetapi, mereka memiliki perbedaan rasa. Zu amatlah mencintai dan menyayangi Yorie, sedangkan Byakuya hanya mencintai Yorie.

Di tengah – tengah perjuangan Zu untuk melupakan Yorie, ia mendapat kabar bahwa Kaguya memiliki seorang kekasih. Dan kekasih Kaguya tersebut adalah sahabat Yorie. Betapa terpukulnya hati Zu, karena sebelumnya antara Zu, Byakuya, dan Kaguya telah membuat kesepakatan. Inti dari kesepakatan itu berbunyi “barang siapa diantara kami bertiga yang pertama kali memiliki seorang kekasih, maka dia akan diakui sebagai orang terhebat dalam segalanya”. Zu berusaha mencari kekasih selain Yorie. Akan tetapi semua itu gagal.

Zu terus berusaha untuk melupakan Yorie. Segala cara ia tempuh untuk melupakan Yorie. Ia berfikir bahwa melupakan Yorie merupakan tindakan yang dilakukan demi kebaikan dan kebahagiaan Yorie. Tetapi ia sadar bahwa tindakan yang ia lakukan tak ada gunanya dan sia – sia saja. Semakin kuat tekad Zu untuk melupakan Yorie, semakin kuat pula cara kerja otaknya untuk selalu mengingat akan Yorie.

Beberapa minggu setelah Kaguya mendapatkan seorang kekasih, Zu mendengar kabar lagi tentang Byakuya. Ia dikabarkan bahwa ia memiliki seorang kekasih. Awalnya, Zu tak percaya akan apa yang terjadi pada Byakuya. Tetapi Zu terus diusik oleh pernyataan teman – temannya yang terus membebaninya. Hingga suatu hari ia mendapati Byakuya sedang berkencan dengan kekasihnya. Kali ini, Zu amat sangat kecewa dan tak berdaya menghadapi kenyataan. Ternyata semua itu benar adanya bahwa kekasih Byakuya adalah Yorie.

Setelah kejadian ini, Zu mulai tak bisa mengontrol sisi buruknya yang secara drastis memguasai dirinya. Karena hal ini, kesalahan sering dilakukannya terhadap teman – temannya. Hingga pada suatu ketika pertemanan Zu dengan Byakuya hancur tanpa sisa. Perubahan baru Zu juga dirasakan oleh Kaguya dan kekasihnya.

Setelah Zu mengetahui bahwa kekasih Byakuya adalah Yorie, Ia merasa dunia ini tak adil untuknya. Ia tak bisa menerima kenyataan. Ia juga mulai tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Tiap malam ia selalu berfikir tentang mereka berdua. Ia selalu bertanya – tanya, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi padanya. Mulai dari sinilah semuanya dimulai. Sikap Zu sehari – hari berubah drastis. Ia seperti sudah tak mempunyai semangat untuk menjalani hidupnya.
Mulai saat itu, Ia tak mau lagi berbicara dengan Yorie dan juga Byakuya. Bahkan ia enggan menyapa kepada mereka berdua. Tetapi anehnya, setiap kali ia bertemu dengan Byakuya, ia heran karena Byakuya sama sekali tak memilki rasa bersalah padanya. Hal inilah yang membuatnya semakin kesal dan semakin membenci Byakuya. Ia hanya berharap, suatu saat nanti Byakuya meminta maaf kepadanya. Ia juga berharap suatu saat nanti dia disapa oleh Yorie.

Hati Zu semakin sakit ketika melihat Byakuya dan Yorie sedang berkencan. Ia seperti kehilangan jiwa dan hatinya. Tetapi untung salah satu temannya selalu menolongnya ketika dia memiliki masalah. Ia diberi solusi oleh temannya itu bahwa di dunia ini masih ada gadis yang lebih dari Yorie. Sayangnya ia malah marah bila ia diberi saran itu. saat ini Ia memang tak mau melupakan Yorie begitu saja.

Kejadian ini juga menimbulkan kesalahpahaman antara Zu dan Kaguya. Ia juga membenci Kaguya karena tidak menceritakan tentang hubungan Byakuya dan Yorie. Akan tetapi, ternyata Kaguya sama sekali belum tahu bahwa Byakuya adalah kekasih Yorie. Ia menjelaskan kepada Zu bahwa dia baru saja mengetahui informasi ini darinya. Zu lega ketika mendengar pernyataan itu dari Kaguya. Kaguya juga turut sedih mendengar kejadian itu.

Setelah mereka saling bercerita tentang Byakuya panjang lebar, akhirnya Kaguya mengaku bahwa sebenarnya Kaguya juga telah membenci Byakuya dari dulu. Kaguya berniat untuk menghancrkan hubungan Byakuya dengan Yorie. Akan tetapi Zu melarangnya karena ia tahu bahwa merusak hubungan sinta sepasang kekasih merupakan perbuatan yang tak masuk akal. Ia tak mau melakukan ini semua hanya karena gadis. Dari sinilah Kaguya mulai menampakkan kebenciannya terhadap Byakuya. Tetapi anehnya, Zu sama sekali tak menunjukkan kepada Byakuya bahwa ia juga benci kepadanya.

Kebencian Kaguya dan juga Zu terhadap Byakuya nampaknya tak berpengaruh kepada Byakuya. Ia malah semakin mendekati mereka berdua untuk menceritakan kekasihnya itu. Hal ini membuat Zu menjadi semakin hancur. Untungnya, jika Kaguya melihat Byakuya sedang sharing kepada Zu, ia selalu Membawa Zu pergi dari hadapan Byakuya. Dan jika mereka berdua tahu bahwa Byakuya akan mendekati mereka berdua, Kaguya selalu mengajak Zu pergi sebelum ia sampai dihadapan mereka. Dari hal ini, kebencian Kaguya terlalu tampak jelas, seolah – olah ia jijik melihat Byakuya.

Ternyata Byakuya memang tak memiliki rasa sedikit pun, rasa yang dimiliki hatinya telah musnah. Dia tak menyadari bahwa dirinya amat sangat dibenci oleh kedua temannya. Dan kedua temannya saling berjanji tak akan menjelaskan tentang kebencian mereka kepada Byakuya sebelum ia merasakan sendiri bagaimana rasanya dibenci. Mereka merasa telah dikhianati oleh sosok teman yang bertampang polos, mereka amat sangat kaget karena tampang polos mampu melakukan tindakan ketidak setia kawanan. Semboyan ”demi kesetiakawanan, persahabatan, dan cinta” yang pernah mereka buat, hilang begitu saja di pikiran Byakuya.

Suatu ketika, Kaguya tak sengaja mendengar percakapan dari orang lain bahwa Byakuya pernah memiliki kekasih selain Yorie, namanya adalah Fuma. Hal ini menggugah semangat Kaguya untuk mencari tahu kepastiannya. Dia mengajak Zu untuk mengusut dan memecahkan masalah cinta antara Byakuya dan Fuma. Mereka terus mencari informasi hingga ia menemukan informasi dari teman Fuma sendiri. Kabarnya mereka putus karena kesalahpahaman. Karena Byakuya adalah orang yang tak suka berpikir panjang, ia langsung memutuskan (hubungan cinta) Fuma saat ia melihat Fuma sedang berjalan dengan seorang lelaki.

Mereka ingin tahu lebih lanjut tentang kepastiannya. Mereka mencari informasi langsung dari Fuma. Sebelum mereka menemui Fuma, mereka mengawasi gerak gerik Fuma terlebih dahulu selama 3 hari. Ternyata, dari sikapnya bisa disimpulkan bahwa Fuma masih memiliki simpati dan empati kepada Byakuya. Akan tetapi Byakuya tak mengetahui akan hal ini. Kemudian mereka menemui Fuma dan menanyakan tentang hubungan mereka yang dulu pernah terjadi. Ternyata benar bahwa Fuma diputus oleh Byakuya ketika Byakuya melihat ia berjalan dengan seorang lelaki. Dan ternyata, lelaki itu adalah saudara sepupunya. Fuma telah berulang kali menjelaskan kepada Byakuya tentang hal ini, tetapi Byakuya tetap tak memberikan kesempatan sekali lagi untuknya.

Dari semua informasi itu, mereka mengambil kesimpulan bahwa Byakuya menjadi kekasih Yorie hanya untuk membalas dendam akan sakit hatinya terhadap Fuma. Atau Byakuya hanya ingin membuat Fuma cemburu kepadanya, hingga pada saat Fuma cemburu, ia akan meninggalkan Yorie begitu saja. Ini benar – benar tak masuk akal, apakah selama ini Byakuya tak memiliki rasa cinta sedikit pun kepada Yorie, mereka terus bertanya – tanya akan hal ini. Mereka mengambil kemungkian terburuk yang akan terjadi pada Yorie, betapa malangnya dia jika ini memang terjadi.

Sebenarnya, mereka ingin menanyakan hal ini kepada Byakuya. Akan tetapi, mereka ingin memastikan terlebih dahulu apakah Byakuya benar – benar menjalani cintanya dengan Yorie atau hanya main – main saja. Mereka terus mengintai gerak gerik Byakuya. Zu mengambil kesimpulan bahwa mereka memang serius. Aakn tetapi jika diperhatikan, dia hanya ingin menunjukkan kepada Zu bahwa dia mampu meluluhkan hati Yorie. Ini terpikirkan oleh Kaguya dan juga Zu karena pada saat ada mereka, Byakuya selalu mendekati Yorie. Ternyata tujuan sebenarnya Byakuya hanya ingin menghancurkan perasaan Zu semata. Akan tetapi apa yang membuatnya seperti ini kepada Zu, apakah Zu pernah berbuat salah kepadanya. Zu semakin tak mengerti akan haluan hidupnya. Apakah Zu memang ditakdirkan untuk hidup di dunia tanpa adanya cinta dan kasih sayang.

Tetapi dengan kisah yang dialami oleh Zu saat ini benar – benar mambuktikan bahwa Zu memang manusia yang ditakdirkan untuk hidup tanpa cinta dan kasih sayang. Tuhan memang amatlah sangat pintar sekali. Untungnya, Zu masih memiliki keteguhan hati yang kuat. Ia yakin bahwa sesuatu yang direncanakan Tuhan pasti yang terbaik untuknya. Ia juga akan menunggu perkembangan apakah yang akan diberikan Tuhan kepadanya. Dan akhirnya, pada saat Zu tengah menghadapi Ujian hasil belajar selama 1.5 semester, Zu mengalami kejadian yang mustahil terjadi baginya. Ia sungguh tak menduga bahwa hal ini bisa terjadi padanya. Ia tercengang akan kejadian ini. Ia selalu bertanya – tanya mengapa hal ini terjadi padanya, padahal tak ada badai yang terjadi pada saat itu.

Pada waktu itu, Zu baru saja selesai dengan Ujiannya. Karena aturan yang berlaku untuk peserta ujian adalah keluar ruangan setelah selesai mengerjakan, ia segera keluar dari ruangan ujiannya. Kebetulan pada saat itu, yang ada diluar ruangan adalah Yorie dan seorang temannya. Awalnya, Zu tak mau berbicara kepada Yorie, tetapi Zu melihat Yorie sedikit tersenyum kepadanya. Yorie juga sempat bertanya kepadanya. Akan tetapi Zu mengira bahwa Yorie tersenyum dan bertanya kepada temannya, tapi karena adanya spontanitas dari dirinya, ia menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Yorie itu. Kejadian ini terus menjadi pikiran untuk Zu. Ia tak tahu apakah kejadian ini terjadi karena ketidak sengajaan atau memang disengaja. Zu sangat berterima kasih kepada Tuhan.

Kejadian yang dialami oleh Zu itu, ternyata diketahui oleh Kaguya. Kaguya juga sempat menanyakan hal ini kepada Zu. Ia pun bercerita kepada Kaguya dengan kejadian apa adanya. Mulai dari sini, Kaguya berniat untuk memperbaiki hubungan pertemanan antara Zu dan Yorie. Karena tindakan yang dilakukan Kaguya, Zu juga sedikit berniat memberanikan dirinya untuk sedikit berbicara dengan Yorie.

Pada suatu hari, setelah Ujian selesai, Kaguya sengaja membuat Zu dan Yorie saling bertabrakan. Waktu itu, Yorie sedang menuju ke kelas, kebetulan Zu dan Kaguya sedang berada di depan pintu kelas. Zu tak tahu bahwa dibelakangnya Yorie sedang berjalan menuju ke kelas. Kaguya sengaja mendorong badan Zu sebanyak dua kali saat mereka sedang asyik membicarakan sesuatu. Dorongan pertama, Zu mengira bahwa ia menabrak seseorang yang kebetulan lewat, tetapi pada dorongan ke-2, Zu menoleh ke belakang, dan ternyata orang itu adalah Yorie. Zu kaget dan terkejut , lalu ia hanya mengatakan kata maaf. Tetapi Yorie hanya terseyum.

Zu terheran karena seynyuman Yorie itu. Ia bertanya – tanya apakah yorie tersenyum kepadanya. Ini adalah kedua kalinya Yorie seperti ada kontak lagi terhadap Zu. Akan tetapi, jika ia benar – benar ada kontak lagi kepada Zu, anehnya hanya dua kali itu saja, seharusnya setiap hari ia menyapa, tersenyum, bahkan bertanya atau komunikasi lagi layaknya teman biasa. Zu semakin bingung dengan tindakan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Di terus berpikir, apakah dia akan bertanya atau tidak kepada Yorie.

Tanpa Zu ketahui, ternyata banyak diantara temannya yang mendukung Zu agar ia memberanikan dirinya untuk berkomunikasi lagi dengan Yorie. Bahkan beberapa temannya mengatakan kepada Zu bahwa jika ia memulai bicara kepada Yorie, maka Yorie juga akan memulai berbicara kepadanya. Akan tetapi, Zu masih ragu – ragu, jika ia bertanya kepada Yorie ia takut jika Yorie tak menyahut pembicaraannya itu.

Setiap Zu bermaksud mendekati Yorie, selalu ada Byakuya di samping Yorie. Sebenarnya tak apa jika Zu mendekati mereka berdua, akan tetapi ia dilarang oleh Kaguya. Kaguya meminta Zu menunggu saat yang tepat, di saat itulah Kaguya akan membantu Zu mendekati sekaligus menyelesaikan masalah mereka. Tetapi sayangnya, tidak pernah ada kesempatan yang bisa digunakan untuk hal itu. Akhirnya Zu berterkad mendekati Yorie saat ia bersama Byakuya. Usaha Zu selalu saja digagalkan oleh Kaguya jika Yorie sedang bersama dengan Byakuya. Kaguya memikirkan dan merencanakan kapan waktu yang tepat untuk semua hal itu.

Kaguya terus berfikir kapan waktu yang tepat untuk membantu Zu menjelaskan masalahnya kepada Yorie. Akan tetapi memang Tuhan tak menghendaki semua itu terjadi. Setiap Kaguya mendapat ide yang kiranya bagus, ia selalu mengajukan idenya kepada Zu. Mereka berusaha mencoba melakukan ide – ide yang dikeluarkannya itu, tetapi mereka selalu gagal.

Ditengah – tengah usaha mereka, Zu tampak putus asa tetapi percaya akan takdirnya. Ia berfikir ini bukanlah hal yang belum menjadi takdirnya. Akhirnya, Ia pun bertekad untuk tak membahas masalah itu lagi. Kali ini ia bersungguh – sungguh untuk melupakan semua masalah yang pernah ia alami, terutama masalahnya dengan Yorie dan Byakuya. Dan mulai dari sinilah ia memulai hidup barunya dan menyongsong masa depannya yang bahagia. Ia juga yakin bahwa Tuhan lah yang akan memberinya sebuah takdir yang paling baik untuknya.

Suatu ketika, saat liburan sekolah Zu melakukan perjalanan ke desa seberang. Di tengah – tengah perjalanan, ia bertemu dengan seseorang yang baru ditinggalkan oleh kekasihnya. Ia tampak kebingungan akan haluan hidupnya. Lalu Zu mencoba bertanya kepada orang itu tentang masalah yang sedang dideritanya. Setelah ia menceritakan masalahnya kepada Zu, Ia memberikan sebuah solusi kepada orang itu. Orang itu kini tampak lebih optimis dan juga yakin bahwa suatu saat nanti ia akan bertemu dengan kekasihnya kembali. Sebagai tanda terimakasih, orang itu bermaksud menemani Zu melakukan perjalanan ke desa seberang. Zu bertanya siapa orang itu sebenarnya dan namanya adalah Kojhiro yang berasal dari desa yang sama dengan Zu. Akhirnya mereka berdua pergi bersama – sama ke desa seberang.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang pemuda yang hendak mempelajari tentang arti cinta. Ia bermaksud mencari cinta sejatinya. Pemuda ini bernama Kobayashi yang juga merupakan seorang remaja yang berasal dari desa yang sama dengan mereka.Lalu akhirnya, ia pun bergabung dengan Zu dan Kojhiro pergi ke desa seberang. Mereka selalu bertukar pendapat dan berbagi cerita tantang masalah mereka. Karena nasib mereka sama, akhirnya mereka memberi nama kelompok mereka dengan nama ”The Boy’s Destiny”. Mereka selalu bersama saat senang maupun duka. Akan tetapi, canda dan tawa cenderung menghiasi perjalanan mereka.

Karena perjalanan menuju ke desa seberang membutuhkan waktu 5 hari, setiap malam mereka selalu beristirahat dengan berpindah – pindah tempat. Biasanya mereka istirahat dibawah tenda. Walaupun perjalanan mereka terlihat menyedihkan, tetapi sesungguhnya itu sangat menyenangkan dan akan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi mereka, karena tujuan mereka adalah mencari seorang kekasih.

Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka sampai di desa tujuan. Saat mereka ingin memasuki pintu grbang desa tersebut, mereka bertemu dengan seseorang yang berwajah melas tetapi ia memiliki rasa percaya diri yang besar. Namanya adalah Lenxthay Wong yang merupakan keturunan dari Cina. Saat itu, ia menghadang mereka tepat di depan pintu gerbang. Ia sempat mengatakan kepada mereka ”  kemana pun kalian pergi, disanalah aku berada.” Awalnya, mereka beranggapan bahwa orang itu adalah orang gila. Akan tetapi, mereka tidak sadar bahwa yang dikatakan Lenxthay itu benar.

Suatu ketika, ketika mereka sedang mencari penginapan di desa tersebut, mereka melihat tiga orang gadis yang berwajah ayu rupawan. Mereka bermaksud mendekati gadis – gadis tersebut, namun Lenxthay mendahului mereka. Ia membuat gadis – gadis itu takut akan wajahnya, dan akhirnya gadis – gadis tersebut pergi menjauh. Zu, Kojhiro, dan Kobayashi merasa kesal terhadapnya. Mereka bahkan tak mengenali Lenxthay sebelumnya. Namun karena ini baru pertama kalinya, mereka memaafkannya.

Beberapa hari setelah mereka tinggal di desa tersebut, usaha mereka untuk mencari kekasih hanya sia – sia saja. Setiap kali mereka akan berhasil mendapatkan kekasih, kehadiran Lexthay selalu saja merusak suasana. Tindakan yang dilakukannya selalu saja bertentangan dengan Zu, Kojhiro, dan juga Kobayashi. Perbuatan Lenxthay memang sudah keterlaluan dan melewati batas kesabaran mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke desa mereka. Walaupun usaha mereka gagal, tapi mereka yakin bahwa suatu saat nanti mereka akan mendaptkan seorang kekasih.

Dalam perjalanan pulang, mereka didikuti oleh Lenxthay, tetapi mereka tak sdar akan keberadaannya. Lenxthay mengikuti mereka hingga sampai di desa mereka. Setelah mereka sampai di desa, Mereka langsung pulang ke rumah masing – masing untuk menghilangkan rasa lelah. Tetapi karena Lenxthay tak memiliki tempat tinggal di desa itu, akhirnya ia beristirahat di kolong jembatan.

Beberapa hari setelah Zu pulang ke desa, liburan sekolah pun telah usai. Ia melanjutkan sekolahnya kembali. Namun hal yang terduga muncul. Ternyata Kojhiro dan Kobayashi juga bersekolah di sekolah yang sama. Kini mereka menjadi sahabat yang tak kan mudah terpisahkan oleh apapun. Lenxthay kini juga berpura – pura sebagai salah satu murid di sekolah itu. Mereka terkejut ketika melihat Lenxthay di sekolah itu. Karena kesabaran mereka telah habis, mereka bertekad untuk bertanya kepada Lenxthay sebenarnya. Akhirnya ia mengaku bahwa ia berasak dari Kufuki Land. Ia juga bermaksud untuk mencari seorang kekasih, tetapi kerena wajahnya tak begitu memadai, ia tak pernah berhasil mendapatkan satu pun kekasih. Jadi ia bermaksud mengganggu hubungan orang yang sedang mencari kekasih agar nasib mereka sama dengannya.

Pada suatu hari, Zu memperkenalkan Kojhiro dan Kobayashi dengan Kaguya. Kemudian ia menceritakan kisahnya kepada mereka. Dan mereka saling sahut menyahut memberikan solusi yang tepat untuk Zu. Mereka terus berfikir, dan pada akhirnya mereka memutuskan sebuah rencana. Kojhiro dan Kobayashi memperkenalkan Zu dengan seorang gadis yang cantik, pintar, pandai, cepat dalam bertindak, dan sifat yang lainnya. Gadis itu juga bersekolah yang sama dengan mereka. Ia adalah seorang gadis yang sempurna. Sifat – sifat yang diinginkan oleh Zu terhadap seorang gadis telah tertanam pada dirinya. Gadis itu merupakan keturunan dari bangsawan Jepang, tetapi ia tinggal di sebuah desa dekat dengan sekolah mereka.

Gadis itu bernama Kobaya Kawa Sunny Yamanaka. Ia sering dipanggil dengan Sunny. Ia memiliki sepasang mata sipit dan bola mata yang gelap. Rambutnya panjang dan lurus dengan warna hitam kemerah – merahan. Tinggi badannya normal seperti gadis lain. Wajahnya agak bulat, dan dagunya lancip daat ia tersenyum. Kulitnya berwarna putih lembut dengan sedikit corak kemerah – merahan di pipinya. Ia selalu berpenampilan rapi, anggun dan menawan. Cara bicaranya sopan, santun, dan lembut.

Mulai dari sinilah Zu merasakan adanya sebuah tanaman cinta yang tumbuh di dalam hatinya. Sedikit demi sedikit, tetapi tanaman itu bterus tumbuh dan berkembang. Setelah Zu berkenalan dengan Sunny, ia selalu mengajak bicara dan bercanda dengan gurauan – gurauan yang sedikit tak masuk akal. Waktu terus berjalan, dan tanaman cinta yang tumbuh di hati Zu, kini telah menjadi pohon cinta yang sempurna yang siap berbuah. Namun, Zu menunggu saat yang tepat untuk membicarakan hal ini kepada Sunny.

Suatu hari, Zu terdengar kabar bahwa sang Ayah dari gadis yang kini dicintainya pergi meninggalkan dunai ini. Hari itu, Zu, Kojhiro, Kobayashi, Kaguya, bahkan Lenxthay pergi ke desa dimana Sunny tinggal. Walaupun mereka menemukan tempat tinggal Sunny, tetapi mereka tak berhasil menemui Sunny. Sehingga Zu tak berhasil menghibur hati Sunny yang terluka kian dalam. Zu dan kawan – kawannya hanya bisa mendo’akan beliau.

Beberapa hari setelah kepergian sang Ayah, Sunny melanjutkan kembali sekolahnya. Tetapi semenjak ia ditinggalkan oleh sang ayah, ia menjadi seorang gadis yang pemurung. Ia tak dapat lagi tersenyum dan bercanda dengan teman – temannya. Saat itu, Zu bermaksud mengisi hati Sunny yang hampa. Akan tetapi teman – teman Sunny sudah menghiburnya. Dan akhirnya Sunny dapat tersenyum kembali. Zu amat senang melihat senyuman Sunny yang telah lama hilang kini dapat kembali.

Di suatu hari di saat Sunny sedang sendiri, Kojhiro dan Kobayashi membantu Zu untuk mendekati Sunny. Pada awalnya Zu khawatir jika saat ia sedang asik bercerita kepada Sunny muncul Lenxthay. Tapi ternyata Lenxthay sudah diurus oleh Kaguya dan kekasihnya. Akhirnya, Zu berhasil mendekati Sunny dan menceritakan isi hatinya kepadanya. Sunny terkejut mendengar akan hal itu. Ia tak percaya bahwa hal itu benar – benar dialami oleh Zu. Kemudian Zu menjelaskan tentang kesungguhan hatinya itu kepada Sunny. Dan penjelasan Zu itu masuk akal hingga Sunny meminta waktu kepada Zu untuk memikirkan tentang hal ini.

Zu terus menanti jawaban dari Sunny. Hingga pada suatu saat tibalah saatnya. Zu menanyakan keputusan itu kepada Sunny. Dan ternyata, Sunny mau menjadi kekasih Zu. Betapa senangnya hati Zu ketika mendengar akan hal itu. Kini Zu telah menemukan sorang kekasih yang sebenarnya. Mereka menjalani hubungan mereka dengan baik. Pohon cinta yang hidup di dalam hati Zu, kini telah berbuah kasih sayang yang sempurna. Namun, perjuangan Zu tidak hanya sampai di sini saja, ia masih harus membantu Kojhiro dan Kobayashi menemukan pasangan mereka.

Perjuangan Zu masih panjang. Cerita ini akan berlanjut beberapa bulan kemudian. Terima kasih atas perhatiannya.

Advertisements

Posted October 25, 2010 by jhoethedeviloflove

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: